Monday, February 4, 2019

Tips Ala ala Menulis Anotasi Bibliografi

Anotasi bibilografi merupakan bentuk tulisan yang memaparkan kajian atau ringkasan singkat dari beberapa buku atau artikel yang saling berkaitan. Di samping itu, uraiannya menggambarkan pemahaman penulis terhadap buku atau artikel yang dibahas.

- Buku Pedoman Karya Tulis Ilmiah UPI

Perlu gak sih buat Anotasi Bibliografi?

Setelah ngerasain manfaatnya secara signifikan dalam membuat makalah atau karya tulis lain yang lebih panjang dan membutuhkan banyak literatur, gw bisa bilang membuat anotasi ini bermanfaat banget. 
Ok mari kita list apa aja manfaatnya :
1. Anotasi memperbanyak pengetahuan kita agar lebih terfokus sama topik yang ingin kita kuasai. Contoh, gw ambil anotasi soal kurikulum rekonstruksi sosial, di banyak penelitian yang gw anotasiin memuat hal yang fokusnya beda-beda. Ada yang bahas filosofinya, pembelajarannya sampe ada yg bahas evaluasinya. Nah, dari situ kebayang kan pengetahuan kita akan topik tertentu jadi menyeluruh dan kalo kata prof prof, KOMPREHENSIP.

2. Dosen gw pernah mengoreksi salah 1 makalah di kelas, beliau bilang gini "ini juga daftar pustakanya sedikit sekali ya, ketahuan bacaannya ga banyak". Jleb, gw ngerasa iya juga ya.. ternyata para profesional memang menilai karya ilmiah dr banyaknya literatur dalam karya itu dan jadi salah 1 bahan penilaian.. jd inilah pentingnya anotasi, memperkaya literatur dalam karya ilmiah.

3. Anotasi buat kita gampang inget kalo sewaktu waktu mesti cari bahan bacaan terkait topik yang lagi kita tulis, tinggal buka aplikasi tempat kita nulis terus find deh keywordnya, karna kalo search nya di google kan kebayang yg mesti difilter segimana banyak ya bok.

Nah itu tadi manfaatnya, jadi jika sobat2 mahasiswa non pekerja dan non magang kalo lg gabut mending pikirin skripsi/tesis sedari dini dengan ngumpulin anotasi.. kan enak tuh kalo udh saat nya bikin jurnal tinggal ngelanjutin bikin jurnal literature review, dan kalo udh saatnya submit proposal tinggal masukkin ke bab 2 tinjauan pustaka yang sesuai sama topik yg jd interest kita dan mau kita teliti.

Lantas, gimana caranya, susah ngga?
NGGAAA... susah di awal si normal ya, tp kalo dah nemuin polanya jadi enak.. Berikut cara buat anotasi ala gw :

1. Tentukan topik yang bener-bener kamu suka. Menentukan topik buat gw berlangsung sekitar 3 bulan, setelah baca sana sini gw memilih sebuah topik yang masih jarang dibahas dan sebagai anak IPS, harus banget berpengaruh pada isu sosial dan kehidupan sehari-hari.

2. Cari jurnal dan penelitian yang kevalidannnya oke. Kalo gw banyak ambil dari ERIC, google scholar dan jurnal milik kampus (Universitas Pendidikan Indonesia)

3, Buat membaca keseluruhan isi jurnal yang diambil pasti butuh waktu banyak, kalo gw cukup baca abstrak, pembahasan penelitian dan kesimpulannya aja.

4. Setelah itu tulis dengan kata-kata sendiri sekitar 1 paragraf apa yang dipahami dari isi jurnal

5. Di buku panduan penulisan karya ilmiah UPI, anotasi terbagi jadi 2, anotasi deskriptif atau evaluatif. Kalau kamu milih buat pakai yang deskriptif berarti cukup deskripsikan aja isis jurnalnya yang sesuai topikmu. Kalau pilih evaluatif berarti sertakan komentar mu tentang isi jurnal di paragraf sesudahnya.

6. Jangan pikirin teknik penulisan di awal (kata2nya udah bagus apa belom/titik koma, huruf harus di bold/italic dll.. nanti udah males sendiri. Ini jadi bagian terakhir aja. (kalo gw yaaa...)

So.. ini salah 1 contoh anotasi gw yang telah melewati sesi screening dari dosen gw Prof. Said Hamid Hasan, MA

Contoh anotasi evaluatif


Kadek Jimi Adnyana, I Wayan Lasmawan, I Wayan Koyan. (2013) Pengaruh Model Pembelajaran Rekonstruksi Sosial Terhadap Keterampilan Berfikir Kreatif Dan Pemahaman Konsep IPS”. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha

Dalam penelitian ini disebutkan Model rekonstruksi sosial tidak semata untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa namun hal tidak kalah pentingnya adalah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk menuangkan ide-ide kreatifnya dalam memecahkan permasalahan melalui team work. Siswa akan bertukar pikiran dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi, dengan membaca buku, majalah, koran, menyimak berita, kegiatan wawancara, observasi lapangan, sehingga menghasilkan banyak wawasan untuk menghasilkan sebuah ide dalam pemecahan masalah dengan rangkaian langkah-langkah pembelajaran rekonstruksi sosial, diantaranya (1) appercaption; (2) citing an examples; (3) listing, grouping, labeling; (4) charting; dan (5) experiencing.

Artikel ini memuat secara detail mengenai rekonstruksi sosial, namun dalam pembahasannya, peneliti menitik beratkan bahwa rekonstruksi sosial adalah model pembelajaran.Sedangkan dari mayoritas sumber yang penulis baca, rekonstruksi sosial merupakan model kurikulum, bukan pembelajaran. Namun dengan adanya pembahasan mengenai pembelajaran secara lebih detail, maka hasil penelitian ini juga dapat dijadikan acuan pada tataran implementasi kuirkulum rekonstruksi sosial dalam kaitannya dengan pembelajaran.
 
 Okey... Sekian penjelasan singkat tentang Anotasi Bibliografi, selamat mencoba!